Hidup Hanya Tiga Hari

Hari Pertama_Setiap manusia yang lahir ke dunia (kecuali Nabi Adam, Siti Hawa) terlahir melalui rahim seorang ibu setelah berada selama 9 bulan 10 hari di dalamnya. Selama ada dalam alam rahim ia sangat membutuhkan satu hal yang sangat dibutuhkannya yaitu plasenta (ari-ari; jawa red.). Namun Allah Swt. Sang Creator mempersiapkan panca indra sepeti; mata, telinga, hidung, lidah, kulit serta anggota tubuh lainnya seperti tangan, mulut, kaki, dll. Kalau diperhatikan semuanya belum berfungsi dan digunakan; mata belum dipergunakan/bisa melihat, telinga belum digunakan/bisa mendengar, dan seterusnya. Mengapa Allah Swt. mempersiapkannya padahal belum digunakan saat di alam rahim? Ya..karena semua itu dipersiapkan untuk hari berikutnya (hari kedua).

Hari Kedua_Sekarang manusia lahir dan hidup di dunia dengan meninggalkan/membuang hal yang sangat dibutuhkan saat di alam rahim kemarin yakni plasenta. Plasenta saat itu sangat dibutuhkan namun saat ini tidak digunakan (dikubur/dibuang). Alhasil panca indra serta anggota badan lainnya yang kemarin saat di alam rahim belum berfungsi dan sekarang saat hidu di dunia (hari ini) sangat dibutuhkan dan digunakan. Namun Allah Swt. Sang Creator lagi-lagi mempersiapkan ‘sesuatu’ untuk manusia sebagai bekal di hari esok/akhirat seperti shalat, puasa, haji, zakat, infaq, shadaqah, wakaf, dll. Manusia sangat membutuhkan rumah/tempat, harta, kendaraan, dan perlengkapan hidup lainnya.

Hari Ketiga_Ketika manusia meninggal dan meninggalkan dunia (hari kedua) maka ia pun meninggalkan dan tidak menggunakan apapun yang selama di dunia sangat dibutuhkan seperti rumah, kendaraan, harta dan yang lainnya. Kini di akhirat (hari ketiga) dia hanya ditemani pahala dari amal shalehnya selama di dunia (1. darimana/bagaimana harta yang diperolehnya ; halal atau haram kah, 2. bagaimana ia menggunakan harta tersebut; dalam rangka ta’at ataukah maksiat, dan 3. untuk apa umur/kesempatan ia gunakan; untuk beramal shaleh ataukah beramal salah). Kini ia akan merasakan balasan dari melaksanakan perintah-Nya seperti syahadat, shalat, puasa, zakat, haji, dll. serta balasan dari meninggalkan larangan-Nya seperti minum-minuman beralkohol (khamr), ghibah, mencuri, merampas, merampok, korupsi, dusta, berpikiran/berperasaan/berperilaku negatif, dll.

Hari kedua (dunia) lebih baik dari hari pertama (rahim/ruh), hari ketiga (akhirat) lebih baik dari hari kedua (dunia).

Hari kedua (dunia) lebih akhir dari hari pertama (rahim/ruh), hari ketiga (akhirat) lebih akhir dari hari kedua (dunia) juga hari pertama (rahim/dunia).

Walal aakhiratu khairul-laka mina-uulaa : dan sungguh yang akhir itu lebih baik daripada yang awal” (QS. Adh-Duha/93: 4)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *